Penyuluhan tentang kepatuhan minum obat untuk mencegah kekambuhan pada pasien skizofrenia (Halusinasi) di PSBL Phalamarta Kabupaten sukabumi

Author(s):
   LIA NOVIANTY, S.Kep,Ners,M.Kep
Tahun:
   2016
Nama Penulis:
 LIA NOVIANTY,S.Kep.,Ners
Item Type:
 Peer Review
Keyword(s):
Kepatuhan Minum Obat
Abstract :
ABSTRAK

Menurut WHO atau World Health Organization (2002) menyebutkan bahwa prevalensi masalah kesehatan jiwa saat inicukup tinggi, 25% dari penduduk dunia pernah menderita masalah kesehatan jiwa,1% diantaranya adalah gangguan jiwa berat. Potensi seseorang mudah terseranggangguan jiwa memang tinggi, setiap saat 450 juta orang diseluruh dunia terkenadampak permasalahan jiwa, saraf, maupun perilaku. Salah satu bentuk gangguan jiwa yang terdapat diseluruh dunia adalah gangguan jiwa berat yaitu Skizofrenia (Hawari, 2007).
Halusinasi dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa gejala halusinasi yang paling sering adalah halusinasi pendengaran yaitu sebesar 70% (King, Lucy J, et al, 1983). Halusinasi merupakan suatu gangguan atau perubahan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi, suatu penghayatan yang dialami suatu persepsi melalui panca indera tanpa stimulus ekstern (persepsi palsu) (Maramis, 2005).
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi.
Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pasien tentang kepatuhan minum obat untuk mencegah kekambuhan. Hal ini dapat dilihat dari evaluasi pada tahap akhir, pasien mampu mengulang kembali semua materi yang telah diberikan pada waktu diberikan pertanyaan. Kendala yang muncul adalah peserta tidak semuanya hadir karena kegiatan penyuluhan berbarengan dengan kegiatan bakti sosial yang sedang dilakukan di PSBL Phalamarta. Evaluasi dilakukan terhadap kemampuan pasien pada saat akhir kegiatan, pasien mampu menjelaskan kembali tentang materi-materi yang telah dijelaskan sebelumnya Kendala yang terjadi pada kegiatan penyuluhan ini adalah ketidakhadiran pasien/peserta secara keseluruhan. Dalam rencana awal pasien yang diikut sertakan dalam penyuluhan berjumlah 35 pasien tetapi pada hari pelaksanaan penyuluhan hanya 20 pasien yang bisa hadir menjadi peserta penyuluhan.